Percik Keluarga

WRITE. CONNECT. SHARE

Sejenak di Masjid Cut Meutia Menteng

Selesai Cikini Walking Tour dan makan siang, kami memutuskan untuk shalat dzuhur di Masjid Cut Meutia Menteng. Beberapa kali melintas kawasan elite tersebut tapi belum kesampaian mampir. Meskipun saya hanya bisa menunggu di area depan masjid, tapi senang dan bangga menyaksikan Luna antusias melaksanakan shalat. Ya, sejak genap berusia 7 tahun, Luna wajib melaksanakan shalat lima waktu. Tanpa bolong-bolong dan tanpa alasan, wajib hukumnya. Alhamdulillah, semangatnya luar biasa.

masjid-cut-meutia-menteng

Saya pun menjelaskan kepada Luna, bahwa bangunan Masjid Cut Meutia memiliki tampilan dan desain yang unik. Tidak sama seperti masjid pada umumnya karena memang awalnya tidak diperuntukkan untuk keperluan ibadah. Bangunan Masjid Cut Meutia dulu adalah warisan kolonial Belanda. Bangunan ini pernah digunakan sebagai kantor pos, dan setelah merdeka pernah menjadi kantor urusan perumahan hingga kantor urusan agama. Kemudian pada masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin, bagunan ini diresmikan sebagai masjid tingkat provinsi.

tiket-bus-wisataKami pun melanjutkan perjalanan. Kali ini ingin jajal naik bus tingkat yang dikhususkan untuk wisata di area kota Jakarta. Beberapa kali gagal dan akhirnya random naik jurusan yang ada saja. Jangan kaget jika mendapati antrean membludak karena memang tengah musim liburan anak sekolah. Saya naik dari halte Museum Nasional, antreannya tidak terlalu padat, beberapa peminat mulai berguguran dan memilih naik angkutan umum. Ya, rasanya memang tak sebanding antara lama menunggu, kapasitas penumpang yang naik dan turun, dan rute yang pendek.

Belajar dari pengalaman, itulah yang bisa kami petik. Mungkin, lain kali kami akan naik dari halte pertama di tiap rute, dengan harapan bisa menikmati perjalanan sekali putaran. Soalnya, pada titik pemberhentian terakhir, semua penumpang harus turun dan jika ingin melanjutkan rute selanjutnya maka naik bus di depannya, yang otomatis ikut antrean dari nol lagi. Jadi, inilah rencana piknik kami berikutnya, menghabiskan semua rute bus wisata TransJakarta yang gratis ini šŸ™‚

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 28, 2016 by in Luna Ayudya Salim, Piknik and tagged , .
%d bloggers like this: